Pastikan Kualitas dan Ketepatan Waktu, DPUPR Badung Cek Progres Pengecoran Jembatan Penghubung Dawas - Kerobokan Kaja

12 Maret 2026
Administrator
Dibaca 49 Kali
Pastikan Kualitas dan Ketepatan Waktu, DPUPR Badung Cek Progres Pengecoran Jembatan Penghubung Dawas - Kerobokan Kaja

TIBUBENENG – Percepatan pembangunan infrastruktur penghubung antarwilayah terus dikawal ketat oleh Pemerintah Kabupaten Badung. Pada Kamis, 12 Maret 2026, tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Badung turun langsung ke lapangan untuk meninjau progres pengecoran jembatan yang berlokasi di perbatasan Banjar Dawas (Desa Tibubeneng) dan Kelurahan Kerobokan Kaja.

Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa tahap pengecoran struktur utama jembatan berjalan sesuai dengan spesifikasi teknis dan standar keamanan yang telah ditetapkan. Jembatan ini merupakan jalur strategis yang sangat dinantikan masyarakat karena menjadi akses vital yang menghubungkan mobilitas warga antara wilayah Kuta Utara.

Tahapan Krusial Konstruksi

Dalam pengecekan tersebut, tim DPUPR melakukan observasi terhadap beberapa poin teknis, antara lain:

  • Kualitas Campuran Beton: Memastikan mutu beton yang digunakan memenuhi standar kekuatan untuk beban kendaraan berat.

  • Ketepatan Jadwal (Timeline): Memastikan proses pengecoran selesai tepat waktu agar tahap pengerjaan berikutnya tidak tertunda.

  • Aspek Keamanan Struktur: Memeriksa kesiapan bekisting dan pembesian sebelum dan sesudah proses pengecoran dilakukan.

Mendukung Kelancaran Lalu Lintas

Keberadaan jembatan permanen di perbatasan Dawas dan Kerobokan Kaja ini diharapkan dapat mengurai kepadatan lalu lintas serta memperpendek jarak tempuh warga. Dengan progres yang terus dipantau secara berkala, DPUPR Badung optimis proyek ini dapat rampung sesuai target yang direncanakan.

Pemerintah Desa Tibubeneng turut mengapresiasi perhatian serius dari Pemkab Badung terhadap infrastruktur di wilayah perbatasan. Kelancaran pembangunan ini diharapkan segera memberikan dampak positif bagi sirkulasi ekonomi dan kenyamanan transportasi masyarakat di kedua wilayah tersebut.