Perkuat Sinergi Adat dan Dinas, Desa Tibubeneng Matangkan Program Lingkungan dan Budaya

04 November 2025
Administrator
Dibaca 61 Kali
Perkuat Sinergi Adat dan Dinas, Desa Tibubeneng Matangkan Program Lingkungan dan Budaya

TIBUBENENG – Pemerintah Desa Tibubeneng menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) penting antara Perbekel (Kepala Desa) dengan para Bendesa Adat se-Desa Tibubeneng pada Selasa, 4 November 2025. Rakor yang dibuka oleh Perbekel ini bertujuan untuk menyelaraskan dan memperkuat pelaksanaan program sinergitas antara unsur dinas (pemerintah desa) dan unsur adat.

Hadir dalam rapat tersebut Perbekel (Pak Kades), Bendesa Adat Padonan, Bendesa Adat Tandeg, dan Bendesa Adat Berawa.

Fokus Utama Program Sinergitas
Rakor membahas tiga program utama yang menjadi prioritas bersama:

1. Program Lingkungan: Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber
Program lingkungan difokuskan pada pengelolaan sampah yang melibatkan alokasi anggaran ke masing-masing banjar. Perbekel menekankan pentingnya melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk PKK dan Sekaa Teruna, dengan tagline "Sampahku Mengotori Wilayahku".

Sebagai langkah awal, Banjar Tegalgundul telah mulai berperan aktif dalam pengolahan sampah. Selanjutnya, akan diadakan Lomba Pengelolaan Sampah antar banjar dengan sistem peringkingan untuk memicu partisipasi. Khusus di wilayah Desa Adat Padonan dan Banjar Tegalgundul, sudah mulai disiapkan pembuatan lubang biopori dan penetapan area pengolahan sampah.

2. Kegiatan Bulan Bahasa Bali
Program pelestarian budaya dipusatkan pada kegiatan Bulan Bahasa Bali yang akan dilaksanakan pada bulan Februari. Kegiatan utama yang direncanakan meliputi:

Lomba Nyurat Aksara Bali (tingkat SD hingga SMA/SMK).

Lomba Pidarta Bahasa Bali (Mesatua Bali).

Lomba Mesatua Bali (untuk anak-anak/ibu-ibu). Pelaksanaan dan pendanaan kegiatan Bulan Bahasa Bali ini akan disinergikan antara Desa Adat dan Pemerintah Desa, dengan biaya yang akan dibantu dari APBDes.

3. Sinergitas Keamanan dan Ketertiban
Rakor juga menyoroti pentingnya sinergitas keamanan, di mana kerja sama antara Bakamda (Badan Keamanan Desa Adat) di wilayah Berawa dan Tegalgundul dinilai sudah berjalan baik.

Tindak Lanjut dan Komitmen
Rapat menegaskan bahwa kolaborasi antara Dinas dan Adat adalah kunci keberhasilan program desa, baik dalam hal lingkungan, budaya, maupun keamanan. Hasil dari rakor ini akan segera ditindaklanjuti, termasuk penerbitan surat